Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Mei 2010

LASKAR CILIK MOVIE 2010


Maraknya produksi film Indonesia sekarang ini memang cukup membanggakan. Sayangnya kebanyakan film yang beredar hanya bertema horror,misteri, komedi dewasa dan drama untuk dewasa. Sedangkan Film khusus untuk anak-anak cenderung tidak diperhatikan.

Tidak banyak produser yang mau memproduksi film untuk tontonan anak anak. Untungnya PT Ganesa Perkasa Films, perusahaan film yang telah sukses memproduksi film Leak, mengisi kekosongan itu dengan melaunching film terbarunya bertajuk Laskar Cilik, arahan sutradara kawakan Subakti Is.

Laskar Cilik merupakan film anak-anak yang bergenre drama musical yang bernuansa persahabatan, keceriaan dan tentunya mendidik.

“Kami sebagai orang tua yang juga pekerja film rindu dengan film anak-anak yang edukatif, tidak sekedar tontonan tapi juga tuntunan. Sehingga anak-anak punya tontonan yang mendidik, “ ujar Subakti Is, sutradara Laskar Cilik pada sejumlah wartawan di Jakarta.

Subakti mengaku miris melihat sinetron dan film yang justru penuh dengan makian, kata-kata kasar, serta ajaran yang menyesatkan untuk anak-anak.

Karenanya, selaku sutradara, dia berharap setelah menonton film ini tumbuh rasa saling menyayangi dan cinta kasih kian terjalin erat, di antara anak-anak.

Sinopsis Film Laskar Cilik

Film ini bercerita tentang seorang anak desa bernama Dino (Arsenna) yang sekolah di Jakarta. Dia tinggal bersama paman dan bibinya yang menjadi pedagang sayur keliling. Dino seorang anak yang baik,soleh dan pintar. Semua anak anak dikelasnya senang pada Dino. Cuma Marisa (Belinda Camessi) , anak seorang pengusaha kaya yang tidak suka pada Dino.

Mereka acap bertengkar, Namun Dino selalu sabar dan mengalah pada Marisa.
Teman teman Marisa sebenarnya tidak senang dengan sifat Marisa,namun mereka tidak mau membantah Marisa demi persahabatan mereka. Tapi mereka juga tidak mau memusuhi Dino. (Adegan – adegan ini ditampilkan lewat visualisasi Tarian yang dilakukan para tokoh atau pemain dengan diiringi musik anak-anak yang syairnya dinyanyikan oleh para tokoh atau pemain dalam film ini).

Suatu hari Marisa berlibur bersama orang tuanya ke desa Megar. (Keceriaan Adegan ini juga divisualisasikan dengan Tarian dengan diiringi musik anak-anak yang syairnya dinyanyikan oleh para tokoh atau pemain dalam film ini.) Orang tua Marisa punya proyek di desa itu dan sekaligus ingin meninjau lokasi proyeknya. Marisa mengajak teman sekelasnya Ella (Cindy Valerie) ikut bersamanya.

Marisa tidak tahu,kalau Dino berasal dari desa Megar. Dino sendiri liburan pulang ke desa bersama temannya Edo (
Derry Salim). Di jalan Marisa dan orangtuanya dihadang oleh penjahat. Ella, ayah dan ibu Marisa (Feby Febiola) di disekap penjahat,sementara Marisa bisa kabur dan ditolong oleh Pak Kusumo (Doni Damara),ayah Dino.

Penduduk desa itu selama ini juga dicekam ketakutan. Penduduk desa,tidak berani keluar malam karena desa itu diteror oleh hantu tanpa kepala. Karena itu Pak Kusumo tidak berani keluar malam untuk melapor ke polisi. Namun Marisa dengan dibantu oleh Dino dan Edo berusaha membebaskan ayah dan ibu Marisa. Bersama Dino dan Edo mereka menguntit penjahat itu sementara Pak Kusumo melapor ke polisi.


Akhirnya dengan keberanian dan kepintaran Dino, Marisa bersama teman temannya bisa membebaskan ayah dan ibu Marisa,termasuk membebaskan Ella. Mereka juga bisa membongkar tabir teror di desa itu. Ternyata hantu tanpa kepala itu hanyalah alat komplotan penjahat yang dipimpin oleh Pak Cipto (Dolly Marten) , lawan bisnis ayah Marisa untuk menakut-nakuti penduduk desa agar tidak mengganggu bisnis haram mereka didesa itu.

Penjahat itu memproduksi ecstasy di salah satu rumah dipinggiran hutan dan mereka tidak ingin penduduk tahu kegiatan mereka. Pak Cipto menculik ayah Marisa, agar ayah Marisa membatalkan rencana pembangunan Mall didesa itu agar kegiatan mereka tidak terganggu.

Selain lagu lagu yang ditampilkan sesuai dengan adegan, themesong film ini khusus diciptakan oleh pemusik Ahmad Dani dan dinyanyikan oleh anak anaknya Al,El dan Dul dari grup Lucky Laki.


Semoga saja Laskar Cilik akan menjadi tontonan segar buat anak-anak kita yang sudah lama merindukan film seperti ini .

Sumber :
http://www.rengasdengklok.info

http://www.youtube.com/watch?v=pNMFRPhbOSE



Senin, 17 Mei 2010

ROMAN PICISAN


Mungkin sahabat seusia saya masih ingat Film Roman Picisan, sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1980 yang disutradarai oleh Adisoerya Abdy.

Film yang berceritera tentang Roman (Rano Karno), anak Medan yang hidup dan belajar di SMA Jakarta. Ia dijuluki Roman Picisan karena pandai membuat surat cinta pesanan kawan-kawannya. Suatu saat ia sendiri jatuh cinta pada Wulandari (Lydia Kandou), adik kelasnya. Rayuannya tidak mempan, malah menjadi dibenci meskipun sebenarnya mencintai. Begitu juga Wulan bersikap ketus karena reputasi Roman. Namun akhirnya akur setelah berliku-liku jalan yang ditempuhnya.

Kemudian pada tahun 2007, Sinetron dengan judul yang sama ditayangkan oleh sebuah stasiun TV swasta. Sinetron yang bercerita soal percintaan remaja dengan seorang sopir ini akan dibintangi Evan Sanders (26) dan Nikita Willy (13), disutradarai Ismail Sofyan Sani.

Kali ini kembali sebuah Film dengan judul yang sama diproduksi oleh MD Pictures dan R Film besutan Rako Prijanto . Film bergenre drama ini, antara lain dibintangi Tora Sudiro, Artika Sari Devi, Inez Tagor, dan Nungki Kusumastuti.

Roman Picisan merupakan film Rako Prijanto ke-11, setelah dirinya banyak menyutradarai film komedi. Film ini mengisahkan kehidupan tokoh Canting (Artika Sari Devi), seorang anak dosen dan pengusaha batik. Canting yang hidup dalam lingkup kebudayaan pada akhirnya bertemu dengan sosok Raga (Tora Sudiro).

Sebagai orang yang menjunjung tinggi kebudayaan, Canting menganggap pernikahan adalah sesuatu hal yang sangat penting. Sedangkan Raga, pria yang tinggal di Bali adalah orang yang berjiwa bebas. Di titik itulah intrik drama kehidupan mulai terjadi. Meskipun karena kekuatan cinta keduanya bisa dipersatukan.

Selain Depo Lokomotif dan Kereta Api Solo Balapan, Daop VI Yogyakarta, film Roman Picisan antara lain mengambil lokasi syuting di Kampung Batik Laweyan dan Keraton Solo. Rako yang bekerjasama dengan Tora di sejumlah film seperti Preman in Love dan Benci Disco menganggap, struktur bangunan kuno dan industri batik yang berkembang di kota ini, menjadi alasan dipilihnya Kota Solo sebagai lokasi syuting film Roman Picisan.

Sinopsis Film Roman Picisan
Menceritakan kisah cinta antara Canting dan Raga, dua orang yang sangat berbeda sifat, latar belakang dan dunia, namun dipertemukan oleh berbagai keadaan unik yang membuat mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta.

Widya, sahabat Canting menggelar pernikahannya di Bali. Namun acara itu jadi berantakan akibat ulah Raga yang membuat Tomtom, sahabatnya sekaligus sang mempelai pria, gagal hadir di acara pernikahannya sendiri. Canting pun bertekad menyatukan kembali hubungan cinta Tomtom dan Widya. Sementara Raga bertekad membubarkan hubungan Tomtom dan Widya.

Perseteruan Canting dan Raga membuat keduanya terjebak dalam berbagai kekonyolan dan aksi sabotase, yang puncaknya malah membuat mereka terdampar berdua di sebuah daerah asing dan terpencil. Saat mereka sedang berdua saja itulah benih-benih cinta mulai tumbuh, terlebih saat keduanya menghabiskan malam di sebuah perahu nelayan di pinggir pantai karena mereka tak kunjung menemukan penginapan atau angkutan yang bisa membawa mereka pulang. Sayangnya saat benih cinta mulai tumbuh di hati Raga dan Canting, sebelumnya Canting telah menyetujui permintaan ayahnya, Prasetyo, untuk menikah dengan Bimo, anak seorang sahabatnya.

Namun ternyata Raga belum mau menyerah begitu saja. Raga berusaha mendapat kesempatan berbicara empat mata dengan ayah Canting untuk meminta restunya agar diperbolehkan menjadi pendamping hidup Canting. Namun rupanya rencana Raga itu tidak berjalan mudah
Apakah usaha Raga membuahkan hasil?

Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Canting? Raga atau Bimo?

Temukan jawabannya tanggal 20 Mei 2010.




Sumber : Solopos.com, 21cineplex.com, youtube.com

Kamis, 13 Mei 2010

FILM OBAMA ANAK MENTENG

OBAMA ANAK MENTENG
Saat Obama bermimpi untuk menjadi presiden 40 tahun yang lalu di Indonesia, teman-teman sekolahnya tidak membayangkan bahwa hal tersebut akan menjadi nyata. Kenangan mereka akan masa tersebut telah dikumpulkan dalam sebuah novel, yang diluncurkan Bulan Maret lalu di SDN 01 Menteng, Sekolah Dasar dimana Presiden Barack Obama pernah bersekolah dari tahun 1970-1971.

Tidak hanya itu, hari selasa 11 Mei 2010 kemarin diadakan syukuran sebagai awal pembuatan film OBAMA ANAK MENTENG di Plaza Senayan, Jakarta, tentunya diadaptasi dari novel tersebut.

Film berjudul OBAMA ANAK MENTENG ini berkisah kehidupan Barry kecil, panggilan Obama, ketika masih tinggal di kawasan Menteng Atas, Jakarta Pusat.

Penulis Novel Damien Dematra menggandeng sutradara John De Rantau rencananya akan merilis film ini pada Juni mendatang. Secara tidak langsung, film ini memang didedikasikan untuk kedatangan Obama ke Indonesia yang memang rencananya akan datang pada pertengahan Juni.

"Ini proyek gila buat saya. Waktunya sangat cepat dan kita harus mem-visualkan seorang Presiden Amerika yang nggak main-main. Begitu ditawari saya langsung sholat istikharah. Satu sisi saya grogi dan satu sisi saya bahagia juga. Tapi film ini membuat saya ketakutan tidak bisa membuat film dengan baik," ujar John De Rantau sang Sutradara

Pengambilan gambar film ini tidak akan dilakukan di Menteng Atas, tempat Obama pernah tinggal dulu. Maklum, kondisinya memang sudah berubah dan tidak lagi sama dengan tempat tinggal Obama saat itu.

"Setelah kita cari-cari, kita di Jakarta sulit mencari bangunan yang mirip dengan rumah Lolo Soetoro (ayah tiri Obama). makanya kita menemukan lokasi syutingnya di kawasan Cimahi, Bandung. Kebetulan di sana memang masih banyak pohon-pohon dan sesuai. "Kami juga menyulap Monas dan kendaraan-kendaraan seakan waktu tahun 70-an," Kita mulai syuting tanggal 14 Mei 2010," ujar John.

SANG sutradara, mendapuk seorang anak kecil asal Amerika Serikat (AS) sebagai Obama kecil. Nama anak itu adalah Hasan Faruq Ali. Hasan, menurut sang sutradara bisa berbahasa Inggris dan Indonesia. "Pemeran ibunya, Ann Dunham dari Eropa dan tokoh Lolo dari Belgia," kata Damien.

Tambah Damien, filmnya bukan kisah nyata dari perjalanan hidup Obama empat tahun di Indonesia. Ia hanya merangkum cerita-cerita sahabat Obama di masa kecil.

Salah satu adegan dalam Film Obama Anak Menteng sepertinya akan menuai kontroversi adalah Obama kecil yang tampil Shalat dab ngaji.

Damien mengaku tidak takut meski mengangkat hal sensitif tersebut dalam filmnya. "Kalau Obama kecil mengaji dan shalat itu fakta. Kami punya bukti kuat," kata Damien. Dan dia tidak akan khawatir jika adegan shalat itu akan menyulut kontroversi.

Damien mengaku sudah mengantongi izin dari Gedung Putih, Amerika Serikat (AS) untuk mengangkat fakta itu.

"Kami juga meminta izin ke AS, dan mendapat izin informal. Silakan saja semua orang punya masa kecil," tegas Demien.

Obama berkali-kali menegaskan ia beragama Kristen. Namun masalah agama Obama masih terus menjadi perdebatan, baik sebelum ia menjadi presiden ataupun hingga kini ia memimpin AS.

Media massa di negeri Paman Sam itu bahkan sempat menurunkan polling soal agama Obama. Dari polling NBC News/Wall Street Journal misalnya sebanyak 13 persen percaya Obama beragama Islam.

Intinya film ini bercerita tentang Dream, “The Power Of Dream”, Kalau kita mau bermimpi maka selalu ada harapan, jadi ini untuk menginspirasi anak-anak muda agar beranilah bermimpi, kalau mereka berani bermimpi tidak ada yang tidak mungkin, karena Obama sejak kecil sudah bermimpi untuk menjadi seorang presiden.”

“Menurut saya Obama adalah sebuah bukti keberhasilan Pluralisme, seorang minoritas yang bisa menjadi Presiden di negara mayoritas yang berbeda itu sebuah achievement yang luar biasa” pungkas Damien.



Dirangkum dari berbagai sumber


Minggu, 02 Mei 2010

CATATAN SI BOY 2010


Walau masih dikatakan wajah baru di perfilman tanah air, akting Ario Bayu di sejumlah layar lebar patut diperhitungkan. Pasalnya selain ditunjang wajah macho, seni aktingnya cukup mendapat perhatian masyarakat lantaran dia pernah bersekolah teater di Inggris. Nama pemuda berkulit hitam manis ini mulai dikenal dalam film LASKAR PELANGI sebagai Lintang dewasa. Sejak itu rasa keinginan menekuni dunia akting terus membara seolah tak dapat ditahan termasuk dipercaya memerankan karakter si Boy di film CATATAN SI BOY 2010.

Kesuksesan cerita CATATAN SI BOY (CSB) dalam sandiwara radio pada tahun 1986 lalu hingga difilmkan sampai lima sekuel. Masih jelas dalam ingatan saya waktu itu yang namanya Onky Alexander jadi idola banget, gantengnya orang Indonesia.

Bintang wanitanya dari Ayu Azhari, Meriam Bellina, sampai Paramitha Rusady (yang ini sampai sempat pacaran gara2 cinlok tapi trus putus), ada Btari Karlinda juga yang jadi adiknya si boy, dan yang paling heboh Didi Petet yang jadi Emon dengan aktingnya yang luar biasa.

Pada tahun 1988, film CATATAN SI BOY meraih 2 penghargaan Festival Film Indonesia (FFI)melalui Nasri Cheppy (Penyutradaraan Terbaik), dan Dodo Zakaria (Tata Musik Terbaik). Lalu pada tahun 1990, film ini kembali meraih penghargaan FFI melalui Harry Susanto sebagai Tata Sinematografi Terbaik.

Mengilhami ketenarannya penulis Rio Haminoto untuk membuat proyek multi-produk.

Dalam proyeknya, Rio bekerjasama dengan Tuta Media dan Masima. Buku yang berupa Storygraph 'CATATAN SI BOY' sudah diluncurkan pada hari Rabu 28 April yang lalu Menurut Head of Project CSB 2010, Putrama Tuta mengatakan , buku SCB memiliki 148 halaman. Buku tersebut dicetak sangat terbatas, hanya 1.000 eksemplar saja. Isinya, menceritakan film CSB masa lalu.

Dicetak dengan kemasan istimewa, baik elemen fisik buku maupun konten foto sejumlah selebriti turut menghias buku ini. Semisal, setiap buku akan dilengkapi dengan CD original soundtrack berisi lagu pilihan di masa populernya si Boy dan masa kini.

Dan selanjutnya menurut Tuta, Filmnya akan segera shooting dalam waktu dekat, lamanya waktu lantaran pihaknya tidak mau gegabah dalam mengerjakan film tersebut. Pasalnya film ini fenomenal di masyarakat sehingga turut mempengaruhi anak muda Jakarta dan sekitarnya saat itu pada sosok Boy, seorang pemuda tampan kaya, gaul, setia kawan serta taat beribadah.

"Kita memang ekstra hati-hati dalam mengerjakan proyek ini. Kita mau hasil yang terbaik. Jadi tanggung jawabnya cukup besar untuk mengembangkan film tersebut untuk lebih baik lagi. Makanya persiapannya mesti matang benar. Bahkan jika perlu tambahan waktu supaya film ini benar-benar oke kita jalani," kata Tuta.

Kabarnya Film Catatan Si Boy terbaru ini akan menghadirkan bintang baru yaitu Aryo Bayu dan Carissa Putri.Sementara itu aktor ganteng di tahun1987 yakni sebagi pemeran utama Catatan Film Si Boy Onky Alexander tetap bermain, walau tidak lagi sebagai Boy.

Moga nantinya Film CATATAN SI BOY 2010 ini, bisa mengulang sukses CSB sebelumnya.


Senin, 26 April 2010

SINOPSIS DAN TRAILER FILM DEMI DEWI


Setelah peran kontroversialnya dalam Film 18+, True Love Never Dies. Wulan Guritno kembali akan tampil dalam film terbarunya ‘DEMI DEWI’.

Film bergenre drama action diproduksi oleh MagMA Entertainment dan disutradarai Charles Gozali. Sementara Hendrick Gozali, Winky Wiryawan dan Wulan Guritno bertindak sebagai produser.

Selama shooting berlangsung ,Wulan Guritno (Adara) mengaku beberapa kali menerima tendangan dari karakter penjahat, yang diperankan Volland Humonggio (Deni), tepat di bagian perutnya , ketika itu tanpa disadari, istri Adilla Dimitri tersebut tengah hamil satu bulan.

"Waktu shooting saya memang tidak tahu sedang hamil. Justru pas pertengahan shooting saya baru tahu saya hamil," kata Wulan saat ditemui seusai press screening film Demi Dewi di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2010).

Adara yang diperankan oleh Wluan Guritno, adalah seorang ibu muda yang rela melakukan apa pun demi keselamatan buah hatinya Dewi. Sebagai seorang host acara memasak yang telah mencapai masa siar tahun ke-3, Anna hidup nyaman dengan Terry – managing director di sebuah rumah sakit terkenal. Tapi hari-hari bahagia Anna dan keluarganya berubah ketika Dewi diculik

Leo, sang penculik meminta uang tebusan sejumlah Rp. 429.850.050,-. Leo baru mengetahui bahwa Dewi memiliki kondisi asma yang cukup parah membuat Leo sempat berpikir untuk mengabulkan permintaan Adara untuk bertemu Dewi. Hanya saja Adara yang tidak bisa tinggal diam mengetahui buah hatinya dalam bahaya, telah melakukan sesuatu yang tidak terduga dengan mampu menemukan Leo dan lokasi penyekapan Dewi

Hanya saja takdir masih belum mengizinkan Adara dan Dewi untuk bersatu kembali. Leo mencium keberadaan Adara dan Terry di lokasi penyekapan sehingga ia segera bergerak untuk memindahkan Dewi. Di sinilah Adara memperlihatkan kesungguhan hatinya dalam berusaha menyelamatkan Dewi. Dibantu oleh Alex, polisi yang menangani kasus penculikan Dewi, yang ternyata mengetahui masa lalu Adara yang kelam

Apakah kasih sayang Adara yang rela mengorbankan segalanya demi keselamatan Dewi akan dapat mengatasi dendam Leo yang kehilangan segala yang ia cintai dalam hidupnya? Apa yang membuat Leo dendam pada keluarga Adara dan Terry sehingga ia tega menculik Dewi?

Akankah film Demi Dewi nantinya menjadi film yang berbeda dan memberi kesan bagi pecinta film tanah air ? bagi yang berminat mengetahui jawabannya silahkan Saksikan di bioskop mulai 6 Mei 2010






Sumber :
1. http://www.21cineplex.com/
2. http://www.youtube.com/

Minggu, 07 Maret 2010

PEMENANG PIALA OSCAR 2010


Perhelatan Akbar Insan Film Dunia Academy Award 2010 atau piala oscar baru saja selesai digelar di Kodak Theatare Los Angeles. Para kontestan juara pada setiap Nominasi Oscar 2010 terlihat sangat antusias . Dan setelah para juara oscar diumumkan, barulah semuanya tertawa dan ada yang terlihat meneteskan air mata kebahagiaan.

Hasil pengumuman ditunggu-tunggu seluruh dunia. Para juri Oscar jumlahnya mendekati 6.000 orang yang terdiri dari orang-orang film Hollywood, mulai dari produser sampai para pemain film yang terdaftar resmi sudah memberi suara dan sudah dihitung.

Banyak kejutan-kejutan yang terjadi dalam ajang Academy Awards yang dipandu Steve Martin dan Alex Baldwin tersebut. Selama ini, film Avatar karya sutradara James Cameron digadang-gadang akan berjaya di perhelatan akbar para insan film dunia tersebut.

Ternyata, justru film The Hurt Locker garapan sutradara Kathryn Bigelow yang berhasil menjadi Film Terbaik tahun ini.

Kathryn Bigelow menggoreskan sejarah baru dalam tradisi penghargaan insan film Amerika Serikat (AS), Academy of Motion Picture Arts, dengan tampil sebagai sutradara perempuan pertama yang meraih Piala Oscar.

Kathryn pada malam Penganugerahan ke-82 Piala Oscar 2010 di Kodak Theater, Hollywood, Minggu malam, menyabet Piala Oscar sebagai sutradara terbaik melalui "The Hurt Locker", film soal perjuangan para tentara AS di Irak.

Ia menyisihkan empat saingannya para sutradara pria, yaitu James Cameron yang mengarahkan film "Avatar", Quentin Tarantino ("Inglorious Basterds"), Lee Daniels ("Precious") dan Jason Reitman ("Up in the Air").

Dengan ekspresi wajah tidak percaya, Kathryn maju ke atas panggung untuk menerima Oscar setelah namanya disebut oleh aktris dan penyanyi Barbara Streisand sebagai pemenang Piala Oscar untuk kategori sutradara terbaik.

Dengan terbata-bata Kathryn mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak dan menyatakan ia mendedikasikan kemenangannya itu untuk para tentara AS yang sedang bertugas di Irak.

Ekpresi wajah tak percaya kembali ditunjukkan Kathryn saat ia kembali dari belakang panggung untuk bergabung dengan timnya menerima Piala Oscar setelah "The Hurt Locker" ditetapkan sebagai film terbaik versi Academy Awards untuk tahun 2010.

"The Hurt Locker" yang dinominasikan pada sembilan kategori, berhasil mengalahkan film lainnya yang sama-sama meraih nominasi dengan jumlah yang sama, "Avatar".

Secara keseluruhan, pada Minggu malam "The Hurt Locker" berhasil menyabet enam Piala Oscar, sementara "Avatar" hanya mendapatkan tiga piala.

Sementara itu, Sandra Bullock melalui film "The Blind Side" tampil sebagai aktris utama terbaik, mengalahkan seniornya Meryl Streep ("Julie & Julia") serta tiga aktris lainnya yaitu Helen Mirren ("The Last Station"), Carey Mulligan ("An Education") dan Gabourey Sidibe ("Precious").

Piala Oscar untuk pemeran pria terbaik diraih oleh aktor senior Jeff Bridges yang bermain dalam film "Crazy Heart".

Ia menyisihkan George Clooney ("Up in the Air"), Morgan Freeman ("Invictus"), Colin Firth ("A Single Man") dan Jeremy Renner ("The Hurt Locker).

Nah, mau tahu selengkapnya siapa saja jawara pada Academy Awards 2010, berikut daftar lengkapnya:


Best Motion Picture of the Year: The Hurt Locker (2008) - Kathryn Bigelow, Mark Boal, Nicolas Chartier, Greg Shapiro.

Best Achievement in Directing: Kathryn Bigelow untuk The Hurt Locker (2008).

Best Performance by an Actress in a Leading Role: Sandra Bullock (The Blind Side, 2009).

Best Performance by an Actor in a Leading Role: Jeff Bridges (Crazy Heart, 2009).

Best Foreign Language Film of the Year: El secreto de sus ojos (2009)(Argentina).

Best Achievement in Editing: The Hurt Locker (2008) - Bob Murawski, Chris Innis.

Best Documentary, Features: The Cove (2009) - Louie Psihoyos, Fisher Stevens.

Best Achievement in Visual Effects: Avatar (2009) - Joe Letteri, Stephen Rosenbaum, Richard Baneham, Andy Jones.

Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score: Up (2009) - Michael Giacchino.

Best Achievement in Cinematography: Avatar (2009) - Mauro Fiore.

Best Achievement in Sound Mixing: The Hurt Locker (2008) - Paul N.J. Ottosson, Ray Beckett.

Best Achievement in Sound Editing: The Hurt Locker (2008) - Paul N.J. Ottosson.

Best Achievement in Costume Design: The Young Victoria (2009) - Sandy Powell.

Best Achievement in Art Direction: Avatar (2009) - Rick Carter, Robert Stromberg, Kim Sinclair.

Best Performance by an Actress in a Supporting Role: Mo'Nique untuk Precious: Based on the Novel Push by Sapphire (2009)

Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published: Precious: Based on the Novel Push by Sapphire (2009) - Geoffrey Fletcher

Best Achievement in Makeup: Star Trek (2009) - Barney Burman, Mindy Hall, Joel Harlow

Best Short Film, Live Action: The New Tenants (2009) - Joachim Back, Tivi Magnusson

Best Documentary, Short Subjects: Music by Prudence (2010) - Roger Ross Williams, Elinor Burkett

Best Short Film, Animated: Logorama (2009) - Nicolas Schmerkin

Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen: The Hurt Locker (2008) - Mark Boal

Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song: Crazy Heart (2009) - T-Bone Burnett, Ryan Bingham("The Weary Kind")

Best Animated Feature Film of the Year: Up (2009) - Pete Docter

Best Performance by an Actor in a Supporting Role: Christoph Waltz untuk Inglourious Basterds (2009)

Semoga Insan sineas kita dapat lebih banyak belajar dari para pemenang diatas sehingga nantinya dapat memproduksi Film-film yang lebih bermutu sehingga film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.



Jumat, 26 Februari 2010

FILM THE KARATE KID

THE KARATE KID
Masih ingat film karate kid di tahun 1984? The Karate Kid adalah sebuah film drama Amerika 1984 disutradarai oleh John G. Avildsen dan ditulis oleh Robert Mark Kamen, dibintangi Ralph Macchio, Pat Morita dan Elisabeth Shue.

John G. Avildsen, setelah sukses merilis film Rocky pada tahun 1976. Mengulang suksesnya dengan mengangkat nama Pat Morita sebagai nominator Academy Award untuk Aktor Pendukung Terbaik dalam Film The Karate Kid tahun 1984.

Prestasi film ini , diantaranya :
  • Aktor Pendukung Terbaik (Pat Morita),
  • Golden Globe Award untuk Aktor Pendukung Terbaik – Motion Picture (Pat Morita),
  • Best Keluarga Motion Picture – Drama,
  • Best Young Aktris Pendukung dalam Motion Picture situs, Komedi, Adventure atau Drama (Elisabeth Shue),
  • Best Young Aktor Pendukung Motion Picture situs, Komedi, Adventure atau Drama (William Zabka).
Kini setelah 26 tahun berlalu, Film yang bergenre Martial Arts ini , dibuat ulang dengan pemeran utamanya Jackie Chan sebagai pengganti Pat Morita yang sudah meninggal. Dan Jaden Smith menggantikan Ralph Macchio.


Columbia Pictures memberikan kesempatan pada sutradara Harald Zwart (Agent Cody Banks, Pink Panther 2) untuk melakukan penyegaran terhadap film ini.

The Karate Kid akan mengisahkan mengenai Dre (Smith), seorang anak yang terpaksa pindah ke China setelah ibunya (Henson) dipindahtugaskan ke wilayah tersebut.

Tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, Dre menjadi seorang yang penyendiri dan seringkali menjadi bahan olokan anak-anak di sekitarnya.

Dre kemudian bertemu Mr Han (Chan), yang melihat lebam-lebam yang terdapat di tubuh Dre, dan kemudian merawatnya. Mr Han kemudian menjadi sahabat Dre sekaligus mengajarkannya teknik karate untuk membela diri dari anak-anak yang suka mengganggunya.



Meskipun Film The Karate Kid 2010 adalah sebuah remake, ceritanya sudah bisa kita ramalkan, namun film ini tetaplah akan menjadi sebuah tontonan yang menarik buat keluarga yang selama ini dinina bobokkan dengan film horseks.

Apakah versi terbaru ini dapat menyaingi, atau setidaknya menyamai, prestasi film terdahulunya? Kita tunggu saja tanggal rilisnya.

Minggu, 17 Januari 2010

'300' HADIAH DARI PUTRI

300
Kemarin saya dapat hadiah dari PUTRI MALU berupa sebuah DVD Film dengan judul ‘300’, dan dia berpesan supaya harus diposting pada hari ini. Semalaman setelah nonton filmnya sempat saya berfikir, “Mengapa PUTRI mengharuskan saya mempostingnya hari ini?”.

Namun setelah membuka blog saya hari ini, barulah jawabannya saya temukan….. ternyata postingan kali ini tepat sama dengan judul film tersebut yaitu ‘300’. Ternyata si PUTRI sangat memperhatikan hal ini sampai dia menyempatkan diri untuk mencari hadiah khusus untuk postingan ke-300 ini.

Film ini menceritakan kembali pertempuran kuno Thermopylae yang ganas. Di mana Raja Leonidas (Gerard Butler) dan 300 tentara, berjuang mati-matian melawan Xerxes dan tentara Persianya yang berjumlah ribuan.

Ke 300 pasukan Spartan ini begitu tenang manghadapi musuh yang sangat banyak itu, hari demi hari mereka lewati dengan semangat juang mereka demi mempertahankan wilayah mereka. Tetapi Xerxes selalu memiliki taktik yang licik untuk mengalahkan pejuang Spartan ini.

Menghadapi kemungkinan tersebut, sikap satria dan pengorbanan mereka mengilhami seluruh Yunani untuk bersatu melawan musuh Parsia, membangun sebuah demokrasi.

Film ini sangat bagus untuk hal entertainment (hiburan) walaupun bisa dikatakan film ini bukan golongan film untuk semua umur mengingat banyak menyuguhkan darah dan kekerasan, tetapi hal tersebut memang tidak dapat dilepaskan dari tema dari film ini sendiri yang berusaha menggambarkan “suasana perang” .

Usaha untuk menggambarkan sisi sejarah dan legenda seperti “tertelan” oleh canggihnya teknik berperang Spartan dan terpesonanya kita kepada peperangan itu sendiri, dan tak luput juga film ini berisikan bumbu-bumbu Hollywood seperti pengkhianatan, kepahlawanan yang digambarkan di pihak Raja Leonidas dan pasukan Spartannya dan sijahat yang digambarkan pada pihak Raja Xerxes dan pasukan Persianya dan tentu saja sex dan tragedi.

Saya ingat betul Film yang dirilis di Bioskop 2 tahun yang lalu ini sempat menjadi Box Office, kalau dibandingkan dengan film sekarang mungkin setaraf dengan Film 2012 atau AVATAR.

Selain menghasilkan banyak uang, film ini juga menuai kritik pedas. Setelah diluncurkan, "300" langsung mendapat respon pemerintah Iran. Bahkan Presiden Iran Mahmoud Admadinejad mengungkapkan rasa marahnya terhadap film ini. Film ini dinilai mendeskreditkan bangsa Iran (Persia) yang digambarkan sebagai penjahat, tidak berprikemanusiaan, dan hanya berfikir menyerang bangsa lain serta suka membunuh.

Belajar dari kisah film diatas, ada 3 (tiga) point penting yang sempat menjadi bahan pembelajaran.

1.Kesungguhan ( totalitas )
Point ini menjadi paling penting, karena terbukti kisah patriotisme Pasukan Sparta tidak sia-sia. Walau kesemua 300 orang gugur sebagai martyr tetapi pengorbanan dan totalitas mereka membuat Pasukan Persia harus menghitung ulang keingian mereka dalam menaklukan daratan Eropa.

2.Strategi yang Matang
Celah sekecil apapun tidak akan menguntungkan pasukan Sparta, bila mereka tidak cerdik dalam menyusun strategi peperangan. Dengan strategi matang, mampu membuat “neraka” bagi para pasukan Persia.

3. Team Work dan Keikhlasan
Team tidak hanya mengandalkan kerja team yang memang telah ditugasi. Tetapi seluruh team mulai Penanggung Jawab tertinggi sampai PIC lapangan harus bekerja dalam satu langkah yang padu. 300 orang Pasukan Sparta tidak hanya terdiri dari orang yang memang terlatih tetapi juga rakyat biasa yang terpanggil membantu perjuangan mempertahankan wilayah mereka. Dan hal ini seharusnya dapat dikerjakan dengan rasa keikhlasan. Tanpa hal ini maka semua kerja keras team akan tidak berjalan dengan baik. Terbukti kekokohan “benteng” pasukan Sparta akhirnya harus jebol karena adanya salah satu anggota pasukan yang membelot dan menginformasikan kepada Pasukan Persia, akan adanya celah jalan lain menuju ke Sparta Athena.

Menonton film ini bagai menyaksikan pameran lukisan impresionistis sepanjang hampir dua jam. Dan bila dibandingkan dengan film-film terdahulu yang mengisahkan para ksatria Yunani. Terasa benar, setelah mengalami gelegar film 300, maka film-film seperti Troy, Alexander, dan Kingdom of Heaven menjadi film yang kelewat tenang dan sopan.

Berikut Trailer filmnya yang saya petik dari youtube.




Sabtu, 16 Januari 2010

HARI UNTUK AMANDA

HARI UNTUK AMANDA
Saya merasa penasaran setelah melihat cuplikannya di beberapa stasiun TV. Film 'HARI UNTUK AMANDA' yang sementara tayang di beberapa bioskop di Indonesia.

Sekilas Film ini terkhusus buat kaum wanita namun ternyata juga sangat penting ditonton oleh kalangan laki-laki sebagai pelajaran. Mengapa film Hari Untuk Amanda begitu menarik? Karena disini ada kisah cinta seorang wanita yang bimbang dengan pilihan pasangan hidup, hati yang pasti terpilih dan siapakah pilihannya ?

Pernikahan menjadi dambaan dua orang insan yang sudah menjalin hubungan, seperti yang dialami oleh Amanda Sudirdja(Fanny Fabriana) dan Dody Arifin (Reza Rahadian). Menjelang 10 hari pernikahan, secara tiba-tiba muncul sosok dari masa lalu Amanda, Hari Ananda (Oka Antara).

Amanda merasa bimbang dan cemas. Permasalahannya mantan pacarnya Hari hadir kembali dalam kehidupannya ketika dia akan menikah dengan Dody. Hubungan si Amanda dengan Hari pernah dibina selama 8 tahun ini kandas di tengah jalan.

Amanda berharap Dody adalah laki-laki yang didambakan dalam hidupnya. Oleh karena itu pernikahannya dengan Dody harus menjadi moment yang sangat sempurna. Namun disaat waktu persiapan pernikahan, Amanda dan Dody malah dilanda ketegangan. Hanya gara-gara masalah kecil, mereka bisa bertengkar. Mulai dari masalah tanggal salah cetak di undangan, sampai gedung yang mereka sewa harus direnovasi mendadak. Hal ini ditambah dengan Dody yang tidak bisa selalu menemani Amanda untuk mengurus pekerjaannya, dikarenakan posisinya sebagai junior brand manager yang dinilainya jauh lebih hectic daripada Amanda, seorang Public Relation. maka Amanda lah yang berusaha keras mengatur semua itu seperti membagi undangan dan sebagainya.

Disaat Amanda membagi undangan pernikahan, Amanda hendak mengirimkan ke Hari (mantan pacarnya dulu ) dan mantan pacarnya Dody.

Moment itu lah yang dimanfaatkan oleh Hari untuk mengenang masa lalu nya dengan Amanda. Benih cinta lama kembali bersemi kembali diantara mereka berdua, tetapi Amanda merasa bingung dengan keadaan ini. Waktu 10 hari lagi akan menjadi hari yang spesial untuk Amanda. Konflik akhirnya muncul diantara Amanda dan Dody akibat hadirnya Sang mantan Hari. Selain itu, Amanda mulai kesal dengan sikap Dody yang tidak pernah memberikan kesempatan berbicara dan selalu sibuk dengan pekerjaannya, sangat berbeda jauh dengan Hari yang selalu santai menjalani hidup.

Amanda pun mulai mengalami dilema. Di satu sisi, Dody begitu sibuk luar biasa sampai tidak bisa membantu Amanda dalam mempersiapkan pernikahannya. Sementara Hari, yang punya moto 'hidup itu santai seperti di pantai, slow kayak di pulau', memiliki banyak waktu dan benar-benar santai.

Rasa nyaman bersama Hari membuat Amanda hanyut dalam kenangan. Tapi saatnya bagi Amanda untuk memutuskan dan memilih siapa satu dari dua pria yang ada dihadapannya. Mantan kekasihnya yang hidup mengikuti arus, atau tunangannya yang sibuk hingga tak ada waktu tersisa?

Akankah Amanda tetap memilih menikah dengan Dody? Ataukah pilihannya jatuh pada Hari?



'Hari Untuk Amanda' adalah cerita yang mungkin dialami banyak pria maupun wanita di luar sana. Jangan heran saat Anda menontonnya, kata 'gue banget' bisa langsung terbesit di benak Anda. Siap-siap saja untuk mengikuti alur cerita dengan tawa canda hingga haru. Karena inti film ini memang tentang suatu hubungan, pilihan dan kepastian hati.

Film ini tak hanya menghibur, tapi menonton kisah "Hari Untuk Amanda" juga membuat kita berpikir ulang, sudah benarkah sesuatu yang kita pilih?

Dengan menghadirkan pemain berbakat seperti Reza Rahadian, Fanny Fabriana, Oka Antara, Kinaryosih, Aida Nurmala, Indra Herlambang dan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko membuat Film Hari Untuk Amanda layak di tonton ! Semoga film yang ditulis oleh Ginatri S Noer ini akan sukses seperti Ada Apa Dengan Cinta.

*Kadang apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Bukan masalah siapa yang kita pilih, tapi mengapa kita memilihnya?*


Dirangkum dari berbagai sumber



Selasa, 12 Januari 2010

FILM TOILET 105

TOILET 105
Usaha sineas dan pekerja film Indonesia yang telah memutar kembali roda industri perfilman Tanah Air setelah sempat mati suri selama beberapa tahun, memang patut di apresiasi.

Kerja keras, kreatifitas dan tekad mereka yang besar untuk memajukan perfilman dalam negeri memang membanggakan. Berkat kerja keras mereka, bioskop-bioskop di negeri ini tak lagi didominasi oleh film-film impor dari Hollywood, Bollywood, atau dari Asia Timur (Jepang, Taiwan, Korea, China-Mandarin). Film-film kita sudah mulai menunjukan taring. Tapi, itu hanya dari segi kualitas. Jika berbicara pada tataran kualitas tema, isi, serta ide cerita yang diusung oleh film-film buatan dalam negeri, kita masih jauh ketinggalan.

Berlebihan memang jika mengatakan bahwa film-film Indonesia kurang bermutu, demi mengingat ada beberapa film kita yang menda¬pat penghargaan di beberapa ajang berskala besar seperti film Pasir Berbisik Gie, Berbagi Suami, Opera Jawa atau Sampai pada Janji JoniJamila dan Sang Presiden. Tapi, jika kita melihat secara umum, film-film produksi Tanah Air memang kurang bersisi.

Tema-tema yang diangkat terasa monoton dan terkesan mengikut-ikut. Film-film kita banyak yang hanya mengang¬kat tema-tema tema humor serta horor dengan bumbu vulgar seperti Air Terjun Pengantin dan Suster Keramas.

Meskipun beberapa tahun terakhir muncul beberapa film bertema lain seperti, Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi namun Film Horor nampaknya banyak mendominasi industri film sekarang ini. Tren tampaknya memang menjadi suatu keniscayaan bagi kalangan sineas yang kurang produktif. Dan menurut penilaian saya pribadi film-film lokal yang diproduksi belakangan ini, maka kita akan melihat betapa tidak produktifnya ide/tema yang digarap dalam film-film tersebut.

Seperti halnya dengan film Toilet 105 yang akan dirilis di Bioskop mulai 14 Januari 2010 besok. Berikut adalah sinopsisnya :

Toilet umum biasanya tidak selalu bersih dan wangi, maklum namanya toilet umum, sehingga digunakan banyak orang. Tapi berbeda dengan toilet yang dimiliki oleh SMU Bina Persada. Selalu wangi dan bersih, dan jadi favorit, tak hanya siswa-siwa tapi juga 'penghuni' lainnya, yakni makhluk halus.

Okta (Ricky Harun), Ical (Lionil Tikoalu), dan Rio (Rizky Putra) adalah para siswa SMU Bina Persada yang selalu mendapat teror dari 'penghuni' toilet itu.

Dan teror itu pun semakin gencar ketika SMU Bina Persada kedatangan murid baru, Marsya (Coralie Gerald). Para warga sekolah semakin sering sering melihat penampakan-penampakan yang membuat bulu kudu kuduk berdiri, yakni berupa potongan-potongan tubuh. Sang satpam sekolah (Aming), guru favorit (Indra Birowo) hingga guru paling killer (Suti Karno), semua ketakutan dengan teror si 'penunggu' toilet.

Akhirnya, Marya sadar bahwa ialah yang diincar oleh setan penunggu toilet ini. Ia harus menuntaskan sebuah dendam, jika Marsya tak mau terus-terusan diteror oleh setan itu. Terlebih lagi, ia tak mau timbul semakin banyak korban di sekolah barunya.

Apakah yang akan dilakukan Marsya agar setan toilet itu tak lagi meneror seluruh isi sekolah? Lalu apa sebenarnya rahasia di balik teror setan toilet tersebut? Silahkan anda menyaksikannya besok. Awas, jangan pernah sendirian, karena sineas kita sangat ahli dalam menakut-nakuti penonton!



Selama kuasa pasar dan politik kapitalisme masih memainkan peran yang besar di hampir setiap lini kehidupan di negeri ini, kecil harapan industri perfilman Tanah Air akan terus berkembang. Industri perfilman Indonesia hanya akan berjalan di tempat. Jumlah film yang dihasilkan memang besar, namun dari segi kualitas, terkesan kurang berisi dan monoton. Pun, miskin nilai edukasi.

Mohon maaf… itu hanya sekedar penilaian pribadi saya.

Bagaimana dengan penilaian anda? Silahkan share di kotak komentar di bawah.

Rabu, 16 Desember 2009

HASIL JIFFest dan FFI 2009

FILM

Dua event Perhelatan Akbar khusus Insan perfilman baru saja berakhir masing-masing JIFFest 2009 yang diikuti oleh 24 negara dengan berhasil memutar 114 judul film serta FFI 2009.

Mungkin yang pertama saya bahas dulu adalah Hasil JIFFest 2009:

Film 3 Doa 3 Cinta berhasil meraih penghargaan sebagai Film Panjang Terbaik versi Indonesia Feature Film Competition (IFFC). Film ini berhasil mengalahkan 14 nominator lainnya, yang kesemuanya juga terdiri dari film-film panjang Indonesia.

"Film 3 Doa 3 Cinta ini dibuat dengan dana minim tapi dengan semangat yang tinggi," ujar aktor Nicholas Saputra ketika tampil ke atas podium menerima penghargaan tersebut sebagai wakil seluruh kru film 3 Doa 3 Cinta.

IFFC merupakan even kompetisi film panjang (film bioskop) Indonesia dalam JiFFest. Pada JiFFest 2009 ini, selain 3 Doa 3 Cinta, ada 14 film Indonesia lain yang memperebutkan penghargaan Film Terbaik, diantaranya film Bukan Cinta Biasa, Garuda di Dadaku, Get Married 2, Jermal, Keramat, Kado Hari Jadi, dan Merantau.

Penjurian dilakukan oleh 3 juri internasional, yaitu Brynjar Bjerkem (Norwegia, ketua tim juri), Laura Coppens (Jerman), dan Thomas Chia (Singapura). Sebagai Film Terbaik, 3 Doa 3 Cinta memperoleh piagam dan uang senilai Rp. 25 juta dari Elang Perkasa Films.

Selain memberi penghargaan Film Panjang Terbaik, IFFC juga memberi penghargaan Sutradara Baru Terbaik (Best New Director) pada Edwin, untuk film Babi Buta Yang Ingin Terbang. Edwin dipilih karena ia merupakan sutradara baru (sutradara yang baru membuat karya pertama atau ke-2 untuk film panjang) yang berhasil menampilkan cerita yang kompleks serta presentasi visual yang baik dalam filmnya. Sebagai Sutradara Baru Terbaik, Edwin memperoleh piagam dan uang senilai Rp. 15 juta dari Elang Perkasa Films.

Cara penutupan JiFFest 2009 juga diisi dengan pengumuman pemenang Naskah Terbaik di Kompetisi Pengembangan Naskah JiFFest (JiFFest Script Development Competition/JSDC), pemenang Audience Award untuk Film Indonesia Favorit Pilihan Penonton JiFFest, dan pengumuman pemenang Special Mention, yaitu penghargaan khusus untuk film Indonesia yang diproduksi dengan kualitas prima serta mampu menjadi contoh produksi bagi film Indonesia lain untuk bersaing di pasar internasional.

Pemenang seluruh penghargaan tersebut terdiri dari Joe Gievano untuk naskah "I, Viktor" (Naskah Terbaik), film Cin(t)a karya Sammaria Simanjuntak (Film Indonesia Favorit pilihan penonton JiFFest), dan film Pintu Terlarang karya Joko Anwar (Special Mention).

Bagaimana dengan Hasil FFI 2009 ?

Acara malam puncak penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2009, yang disiarkan langsung oleh RCTI semalam.

RCTI mengemas acara malam penganugerahan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2009 ini layaknya malam penghargaan piala Oscar di Amerika. RCTI juga berkomitmen menyajikan FFI beda dari yang biasanya. RCTI bukan hanya akan menggelar karpet merah, namun juga mengemas acara menjadi tontonan yang menghibur bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan diselenggarakannya acara FFI 2009 di RCTI, stasiun televisi yang bernaung di bawah bendera MNC ini merasa semakin lengkap dalam menunjukkan kepedulian terhadap perfilman Indonesia.

Ini adalah untuk pertama kalinya RCTI menayangkan Festival Film Indonesia (FFI) 2009 yang dipersembahkan untuk para insan perfilman Indonesia yang dinilai berprestasi dalam perfilman nasional. Tema dari acara Festival Film Indonesia (FFI) 2009 kali ini adalah "Film Indonesia Sebuah Kebanggaan" yang akan dikemas secara spektakuler bertabur bintang dan piala penghargaan.

Acara ini dimeriahkan oleh band dan artis papan atas seperti Ungu, ST12, D'Masiv, The Changcuters, Vierra, Wali Band dan Geisha. Pembawa acara atau host Festival Film Indonesia (FFI) 2009 kali ini adalah Wingky Wiryawan dan Franda.

Sederetan artis terkenal atau selebriti papan atas Indonesia juga tampil menyemarakkan suasana malam puncak FFI 2009 ini seperti Jessica Iskandar, Indra L Bruggman dengan pacar barunya Eva Asmarani, Ayu Pratiwi, Henidar Amroe yang tampil mengenakan jilbab, Andy Soraya, Revalina S Temat, Leony, Acha Septriasa dan masih banyak lagi bertaburan bintang lainnya.

Para pembaca nominasi acara malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2009 kali ini adalah Kinaryosih, Carissa Puteri, Ringgo Agus Rahman, Richard Kevin, Rianti Cartwright, Yama Carlos, Alice Norin, Kholidi Asadil Alam, Fauzi Baadila, Rae Sita, Niniek L Karim dan Wulan Guritno.

Dan inilah daftar hasil lengkap nama-nama pemenang Festival Film Indonesia (FFI) 2009 :

Pemenang Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2009 adalah :
Titi Sjuman dalam film Mereka Bilang, Saya Monyet

Pemenang Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI 2009 adalah :
Henidar Amroe dalam film Mereka Bilang, Saya Monyet

Pemenang Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2009 adalah :
Tio Pakusadewo dalam film Identitas

Pemenang Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2009 adalah :
Reza Rahadian dalam film Perempuan Berkalung Sorban

Pemenang Sutradara Terbaik FFI 2009 adalah :
Aria Kusumadewa dalam film Identitas

Pemenang Penata Musik Terbaik FFI 2009 adalah :
Aksan Sjuman dan Titi Sjuman dalam film King

Pemenang Penata Suara Terbaik FFI 2009 adalah :
Shaft Daultsyah dan Hikmawan Santoso dalam film Ruma Maida

Pemenang Film Terbaik FFI 2009 adalah :
Identitas

Pemenang Penata Sinematografi Terbaik FFI 2009:
Ipung Rahmat Syaiful dalam film Pintu Terlarang

Penghargaan Khusus Film Anak-anak Terbaik FFI 2009 :
Garuda di Dadaku

Pemenang Penulis Skenario Asli Terbaik FFI 2009 adalah :
Sally Anomsari dan Sammaria Simanjuntak dalam film Cinta

Penghargaan Lifetime Achievement FFI 2009 diberikan kepada :
Sophan Sophiaan (Alm.)

Selain itu, Film Garuda di Dadaku
meraih penghargaan khusus sebagai film anak-anak terbaik.

Festival Film Indonesia (FFI) 2009 ini diikuti 118 film, terdiri atas 40 judul film bioskop, 38 judul film dokumenter dan 40 judul film pendek. Dewan Juri untuk Film Bioskop FFI 2009 adalah Alex Kumara, Eduard Pesta Sirait, El Manik, Franky Raden, German Mintapradja, Indra Yudistira, Sekar Ayu Asmara, Jajang C. Noer dan Totot Indrarto.

Sedangkan Dewan Juri untuk Film Dokumenter adalah Fajrian Hamdi, Buntje Harbunangin, Marselli Sumarno, Roy Lolang dan Yudi Datau. Dan Dewan Juri untuk Film Pendek adalah Iwan Wahab, Ainun Ridho, Firman Triyadi, Hadi Artomo dan Hardo Sukoyo.

Komite FFI 2009 diketuai oleh Niniek L. Karim dengan tiga koordinator bidang. Koordinator Bidang Promosi dan Kerjasama Luar Negeri adalah Arya Gunawan, Koordinator Bidang Festival adalah Ilham Bintang dan Koordinator Bidang Umum adalah Labbes Widar. Berbeda dari tahun sebelumnya, FFI 2009 diselenggarakan oleh Komite Festival Film Indonesia (KFFI) yang dibentuk oleh Menbudpar (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata). Komite ini dibentuk untuk barometer pencapaian kualitas film Indonesia yang lebih baik," jelas Niniek L. Karim.

Majulah Film Indonesia.......


Selasa, 08 Desember 2009

FILM SANG PEMIMPI

ARIEL
“Tak bisa dipungkiri, JIFFest adalah sebuah festival secara keseluruhan yang menjadi etalase perkembangan film Indonesia di mata pelaku film internasional,”

kali ini film karya sutradara muda dan berbakat Riri Riza yang berjudul Sang Pemimpi menjadi pembuka Jiffest ke 11. Hal ini merupakan kali pertama dalam sejarah Jiffest berlangsung. Sang sutradara pun merasa sangat bangga mendapat kepercayaan ini.

Jiffest adalah sebuah ajang penting, untuk cinema pasca reformasi, dimana kita menandai reformasi dimulai itu ada saat tahun 1998, dimana ada beberapa film penting dirilis dan juga Jiffest dimulai, jadi kalau setelah sebelas tahun akhirnya film Indonesia diputar sebagai film pembuka Jiffest dan kebetulan itu film saya, saya sangat bangga,” ujarnya saat pembukaan Jiffest ke 11.

Sang Pemimpi adalah sebuah film Indonesia tahun 2009 yang diadaptasi dari tetralogi novel Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dengan produser Mira Lesmana. Pengambilan gambar dimulai di Belitung (Belitong, dalam bahasa setempat) pada 1 Juli 2009 dan selesai pada 21 Agustus 2009, dan akan dilakukan di beberapa lokasi di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor. Film ini rencananya akan tayang di bioskop di Indonesia mulai 17 Desember 2009.

Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang mempesona dan akan membuat Anda percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan. Lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada kekuasaan Tuhan.

Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib dan tanangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap sekaligus kebahagiaan yang mengharu biru.

Film ini menceritakan mengenai Ikal dan saudara sepupunya, Arai, serta sahabatnya, Jimbron, pada usia remaja, dan mengisahkan mengenai anak remaja yang mencari identitas diri dan seksualitas pada usia 17 tahun.

Ikal masih merindukan cinta pertamanya yang telah pergi dari Belitung, menyisakan hanya kenangan dan sebuah kotak kaleng yang bergambarkan menara Eiffel. Arai, seorang playboy bergaya Melayu, jatuh cinta kepada teman sekelasnya Zakiah Nurmala yang tampaknya bertepuk sebelah tangan. Sementar itu, Jimbron berangan-angan untuk menyelamatkan Laksmi, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah pabrik cincau. Bersama-sama, ketiganya berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Arai Sang Simpai Keramat yang menjadi yatim piatu saat masih kecil, walaupun begitu ia memandang dunia dengan penuh warna dengan segala ide dan perbuatannya untuk selalu mendukung dan memberikan yang terbaik bagi orang2 di sekitarnya.

Setelah bertemu dengan guru idolanya yaitu Pak Balia sang guru muda yang inspiratif dan bersemangat membuat ketiga sahabat karib itu mempunyai impian yang bagi penduduk kampung Belitong sangat tinggi yaitu menginjak altar suci Universitas Sorborne Prancis.



Sang Pemimpi diperankan oleh beberapa artis terkenal serta artis film pendatang baru asli Belitung. Hanya beberapa pemeran dari Laskar Pelangi yang dipertahankan untuk turut dalam film ini. Vikri Setiawan, Ahmad Syaifullah, Azwir Fitrianto, Sandy Pranatha, dan Zulfanny adalah para pemeran asli Belitung.
  • Vikri Setiawan sebagai Ikal remaja.
  • Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Zulfanny memerankan Ikal kecil (juga dalam Laskar Pelangi)
  • Ahmad Syaifullah sebagai Arai remaja. Arai merupakan sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orang tua Ikal. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya.
  • Nazriel Ilham (Ariel "Peterpan") sebagai Arai dewasa. Mira Lesmana menyatakan bahwa Ariel Peterpan sebagai Arai dipilih melalui proses casting, bukan karena kepopulerannya.
  • Sandy Pranatha sebagai Arai kecil.
  • Azwir Fitrianto sebagai Jimbron remaja.
  • Mathias Muchus sebagai Seman Said Harun, Ayah Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Nugie sebagai Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif dan bersemangat, yang menginspirasi Ikal dan Arai untuk bermimpi kuliah di Perancis. Nugie mengatakan bahwa demi tampil maksimal dalam film ini, ia belajar jadi orang culun, memakai kemeja lusuh, dan celana di atas perut. Ia juga harus mempelajari dialek Belitong dengan mendengarkan rekaman percakapan orang-orang Belitong. Film ini dianggapnya sebagai sebuah batu loncatan.
  • Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, kepala sekolah yang keras dan galak.
  • Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, gadis Melayu nan cantik yang menjadi obsesi cinta Arai.
  • Yayu Unru sebagai Bang Rokib, pelaut Melayu yang berpengalaman.
  • Jay Widjajanto sebagai Bang Zaitun, pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara.
Semoga saja Film yang berdurasi 120 menit dan menelan biaya produksi 11 Milyar ini, dapat bersaing dalam kancah perfilman International JIFFest 2009, minimal dapat mengulangi kesuksesan Film Laskar pelangi.

Minggu, 06 Desember 2009

NOMINASI FFI 2009

FFI 2009
Setelah sukses dengan berbagai macam program awarding, untuk pertama kalinya RCTI akan menayangkan FESTIVAL FILM INDONESIA 2009 yang dipersembahkan untuk para insan perfilman Indonesia yang dinilai berprestasi dalam perfilman nasional.

FESTIVAL FILM INDONESIA 2009 dengan tema "Film Indonesia Sebuah Kebanggaan" yang akan dikemas secara spektakuler bertabur bintang dan penghargaan. Pada Rabu, 16 Desember 2009, pukul 21.00 WIB, Hall D1 - Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dan kemarin ada yang beda dengan acara DAHSYAT kali ini. Acara musik bergengsi ini rupanya dirangkul oleh panitia FFI untuk menjadi program partner diumumkannya nominasi FFI 2009. Dan uniknya, inilah pertama kalinya nominasi Festival Film Indonesia itu diumumkan di luar Jakarta.

Dalam acara bertajuk DAHSYATNYA NOMINASI FFI yang digelar di Museum Satwa, Batu, Jawa Timur, Minggu (06/12) siang ini, film-film berkualitas dinobatkan sebagai nominator di situ.

Walaupun terkenal sebagai kota dingin, namun kali ini matahari bersinar begitu cerahnya dan membuat hawa menjadi panas. Namun hal itu tidak menyurutkan antusiasme berpuluh ribu penonton untuk meramaikan acara tersebut sekaligus melihat artis-artis kesukaan mereka secara langsung.

Berikut adalah nominasi FFI 2009 yang di umumkan kemarin :

Nominasi Film Terbaik FFI 2009
Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2009
  • Atiqah Hasiholan (Rumah Maida)
  • Aty Kanser (Emak Ingin Naik Haji)
  • Leony (Identitas)
  • Revalina S Temat (Perempuan Berkalung Surban)
  • Titi Syuman (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
Nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 2009
  • Ayu Pratiwi (Emak Ingin Naik Haji)
  • Henidar Amroe (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
  • Niniek L. Karim (Ketika Cinta Bertasbih 2)
  • Widyawati (Perempuan Berkalung Surban)
Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2009
Nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2009
Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2009
  • Ari Kusumadewa (Identitas)
  • Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
  • Hanung Bramantyo (Perempuan Berkalung Surban)
  • Ratna Sarumpaet (Jamila dan Sang Presiden)
  • Teddy Soeriatmadja (Rumah Maida)
Nominasi Penata Musik Terbaik FFI 2009
Nominasi Penata Suara Terbaik FFI 2009
Semoga Film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sehingga tema dari event ini dapat tercapai yaitu "Film Indonesia Sebuah Kebanggaan"

Kamis, 03 Desember 2009

JIFFest 2009

JIFFest 2009
Jakarta International Film Festival (Jiffest) kembali menyapa penggila film dalam perhelatannya yang kesebelas. Gelaran tahunan ini rencananya bakal berlangsung pada 4-12 Desember 2009. Ada sekitar 115 film dengan berbagai tema dan jenis, yang berasal dari 26 negara.

Tentunya bagi warga Jakarta yang belum sempat menyaksikan film-film terbaik besutan sutradara terbaik Indonesia dan luar negeri bisa menonton di acara Jakarta International Film Festival (JIFFest) 2009 ini.

Melalui JIFFest, film-film terbaik Indonesia akan diputar kembali plus film terbaru karya Riri Reza, Sang Pemimpi, yang terpilih sebagai pembuka JIFFest ke-11 di Blitz Megaplex Grand Indonesia, mulai 4 Desember 2009.

Kurang lebih sebanyak 12 judul film terbaik yang lolos seleksi akan mengikuti JIFest ke- 11. Ke-12 film tersebut adalah Sang Pemimpi, Garuda Di Dadaku, 3 Doa 3 Cinta, Kado Hari Jadi, Pintu Terlarang, Babi Buta Yang Ingin Terbang, Keramat, Get Married 2, Identitas, Cin(t)a, Merantau, dan Bukan Cinta Biasa. Selain Sang Pemimpi, film lainnya bisa disaksikan secara gratis di Blitz Megaplex.

Jiffest kali ini juga akan mengadakan sebuah proyek bernama Indonesian Feature Film Competition (IFFC), dimana semua film panjang Indonesia yang diluncurkan sejak tanggal 1 Oktober 2008 sampai 30 September 2009 akan berkompetisi memperebutkan penghargaan bergengsi "Best Indonesian Feature" dan "Best Indonesian Director".

World Cinema sebagai kategori utama di Jiffest yang menjadi bagian favorit setiap tahunnya, akan kembali memutar ragam film berkelas macam "Departures" (Jepang, pemenang Academy Award tahun 2009 untuk Best Foreign Language film), kisah cinta yang unik dalam "(500) Days of Summer", "The Damned United", "Mammoth", "Coco Before Chanel", "Applause" (Denmark), "North" (Norwegia), "Three Monkeys" (Turki), "Jerichow" (Jerman), "Troubled Water", "Love & Rage" dan "Everlasting Moments".

Sebuah Film yang sempat menjadi kontroversi adalah BALIBO FIVE . Pelarangan film berjudul Balibo untuk ditayangkan di Indonesia dibenarkan pihak penyelenggara Jakarta Internasional Film Festival (JIFFest). Hal tersebut dikatakan Naufal Yazid, Festival Manager JIFFest ke-11 yang akan berlangsung pada 4-12 Desember 2009.

"Alasan kenapa dilarang belum jelas karena belum ada pernyataan resmi," ujar Naufal saat dihubungi melalui telepon, Rabu (2/12). Ia mengatakan, pelarangan tersebut baru disampaikan Lembaga Sensor Film (LSF) secara lisan kepada Festival Director JIFFest.

Padahal, rencananya film yang menceritakan kontroversi terbunuhnya lima wartawan asing (kasus Balibo Five) saat konflik di Timor Timur itu akan diputar dua kali selama JIFFest berlangsung, masing-masing pada 6 Desember dan 10 Desember.

Balibo adalah salah satu dari 114 judul film yang disertakan dalam JIFFest ke-11. Menurut Naufal, Balibo, seperti juga film lainnya yang diputar di JIFFest, dipilih karena dinilai menawarkan pandangan yang berbeda atau penceritaan yang berbeda dari suatu masalah dan dikemas dengan kualitas yang prima.

Naufal mengatakan, kejelasan alasan pelarangan tersebut baru akan diberikan hari ini. Meski belum ada pelarangan secara resmi, pihaknya segera melakukan antisipasi mengingat JIFFest sudah akan dimulai. Naufal mengatakan akan segera memberitahukan pelarangan tersebut kepada pihak produser dan distributor film Balibo dan menyiapkan film pengganti.



Pembatalan rencana pemutaran film Balibo dalam ajang Jakarta Film Festival (JiFFest) disesalkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Tidak seharusnya ada praktek pelarangan terhadap produk dan karya seni seperti di era lalu.

Film yang rencananya diputar sebagai penutup JIFFest 2009 adalah "New York I Love You" sebuah omnibus dari 11 sutradara dunia seperti Fatih Akin dan Mira Nair. sayangnya hanya bisa ditonton oleh undangan khusus saja.


Selasa, 01 Desember 2009

XXL BERSAING DENGAN 2012 DAN NEW MOON

XXL
"Walah ndak bosen bosennya sih Bang, membahas tentang politik yg udah di bahas di tipi dari pagi hingga malam hari...."

Demikian salah satu komentar sahabat dalam postingan saya kemarin yang berjudul SKPP BIBIT-CHANDRA, emang rada bosen sih.... berita di TV cuman sekitar KPK, Bibit-Chandra, Angket Centry dan lainnya.

Pada postingan kali ini saya akan kembali membahas tentang sebuah film. Meskipun pembicaraan tentang hal ini masih ramai diberitakan tentang film 2012, NEW MOON, ataupun fose syur TAMARA BLESZYNSKI dalam Film AIR TERJUN PENGANTIN.

Film komedi bertajuk XXL (Double Extra Large) akan menjadi satu-satunya produk Indonesia yang bersaing dengan box office asing di bioskop tanah air pada akhir November hingga awal Desember ini, demikian yang diungkap oleh Chand Parwez Servia , produser film tersebut.

XXL merupakan film lanjutan dari film produksi Starvision di tahun 2007 yakni antara XL antara AKU, KAU DAN MAK EROT.

Secara keseluruhan, film XXL menawarkan komedi segar yang akan membuat penontonnya terhibur dengan paduan kekuatan peran dari para pemainnya yang memberikan unsur komedi yang kuat dalam masing-masing karakter yang dimainkan.

Penulis skenario Monty Tiwa mengatakan, dalam film XXL itu dirinya memadukan tema ketidakpercayaan diri dengan isu hubungan antar etnis sehingga konflik yang ditampilkan lebih luas cakupannya.

Film tersebut dibuka dengan kisah Mak Siat yang baru selesai menjalani masa hukuman penjara dan bertekad untuk menaikkan pamornya yang sempat jatuh dengan cara membesarkan alat kelamin pria hingga ukuran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Sementara itu, seorang pemuda biasa bernama Kasep (Aming) didaulat memimpin sejumlah preman tua yang tergabung dalam geng Barudak Lieur guna menggantikan posisi ayahnya (Candil) dalam menghadapi geng saingan mereka Wong Kenthir yang dipimpin oleh Soemanto (Dwi Sasono).

Namun, Kasep merasa rendah diri dan tidak yakin menjadi seorang pemimpin geng karena ukuran alat kelaminnya tidak menunjang sehingga harus berobat kepada Mak Siat. Sementara itu, alur cerita akan berkembang pada adegan ketika Kasep jatuh hati pada Melati (Mey Chan) adik kandung Soemanto.

Yang menarik dalam film ini adalah pendatang baru Mey Chan, personil Duo Maia. MeyChan mengaku penampilannya di ‘XXL-Double Extra Large’ sangat berbeda dengan kesehariannya. Ia pun mendapat tantangan baru di dunia film.

MeyChan berakting sebagai Melati. Ia pun beradu akting dengan beberapa aktor-aktris yang sudah berpengalaman. Di antaranya, Aming, Meriam Bellina dan Dwi Sasono.



Kekuatan cerita yang berhasil di visualisasikan oleh Ivander Tedjasukmana tidak terlepas dari sosok yang membesut film sebelumnya, XL. Ya, Monthy Tiwa yang berhasil menurunkan ilmunya kepada anak didiknya, Ivander, kali ini bertugas mengemas cerita.

Maka dari itu tidak dapat dipungkiri jika film ini bisa disebut sebagai film berkualitas dan layak tonton. Tanpa esek-esek, tanpa wanita seksi, dan tanpa setan-setanan, murni komedi segar disajikan untuk Anda.

Jadi jika Anda sudah lama tidak tertawa puas, atau Anda sedang butuh media untuk merelaksasikan diri jauh dari berita politik yang rada negebosenin, silahkan kunjungi bioskop terdekat, mumpung filmnya masih diputar.

Bagi yang sudah nonton..... silahkan dishare dikotak komentar ....